Yayah Khisbiyah Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Global

Yayah Khisbiyah Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Global

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menegaskan pentingnya kepemimpinan perempuan muda dalam menghadapi berbagai krisis global yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga konflik kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Yayah dalam Seminar Internasional bertajuk From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah di Yogyakarta, Sabtu (16/5).

Menurut Yayah, berbagai persoalan global saat ini tidak dapat dipandang secara terpisah karena saling memengaruhi satu sama lain. Karena itu, respons yang dibangun juga harus dilakukan secara terhubung dan kolaboratif.

“Krisis-krisis yang dihadapi dunia saat ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung. Karena itu, respons yang kita bangun juga harus saling terhubung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep ecolivelihood bukan sekadar upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut pembangunan yang menempatkan keberlanjutan alam, keadilan sosial, dan martabat manusia sebagai fondasi utama.

Dalam forum tersebut, Yayah menilai kader muda Nasyiatul Aisyiyah telah menunjukkan kepemimpinan di tingkat akar rumput melalui berbagai gerakan sosial dan lingkungan. Sejumlah program seperti Green Nasyiah dan Eco Bhineka disebut menjadi contoh gerakan yang menggabungkan kepedulian ekologis dengan solidaritas sosial.

Menurutnya, program-program tersebut juga memperkuat kolaborasi lintas agama yang semakin penting di tengah masyarakat global yang majemuk.

“Kolaborasi lintas agama menjadi kebutuhan penting di tengah dunia global yang kosmopolitan. Langkah-langkah kecil yang dilakukan akan sangat bermakna. Ketika kita mengubah satu kehidupan menjadi lebih baik dan lebih adil, sesungguhnya kita sedang mengubah dunia,” katanya.

Selain membahas isu lingkungan dan sosial, seminar tersebut juga menjadi ruang penguatan jejaring gerakan perempuan muda. Yayah membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Nasyiatul 'Aisyiyah dan LHKI PP Muhammadiyah dalam pengembangan program sosial dan kemanusiaan global.

Ia menilai semangat yang dibangun Nasyiatul 'Aisyiyah sejalan dengan visi Islam Berkemajuan yang menghubungkan nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan aksi sosial kemasyarakatan.

Menutup pemaparannya, Yayah berharap seminar internasional tersebut dapat memperkuat gerakan perempuan muda dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan.

“Dengan usia Nasyiatul 'Aisyiyah yang telah menginjak 95 tahun, semoga seminar ini dapat memperkuat kolaborasi dan gerakan perempuan muda dalam membangun masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow