‘Aisyiyah Gelar ICAS 2026, Jadi Ruang Kolaborasi Perempuan Muslim Bangun Peradaban Berkelanjutan
SLEMAN — International Conference ‘Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 resmi digelar di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Kamis (11/6). Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, aktivis, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun peradaban yang adil, damai, dan berkelanjutan.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan ICAS 2026 diselenggarakan sebagai ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, dunia saat ini menghadapi beragam persoalan, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga tantangan yang muncul di era digital. Karena itu, diperlukan kerja sama dan solidaritas yang kuat untuk mencari solusi bersama.
“Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan terjadi dengan sendirinya. Perubahan tidak akan hadir tanpa usaha dan kerja keras. Kita harus bergerak bersama dalam semangat solidaritas,” ujar Tri Hastuti.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengamat atas perubahan yang terjadi. Setiap individu dan kelompok perlu mengambil peran aktif untuk menghadirkan perubahan yang memberi manfaat bagi kehidupan bersama.
“Bukan hanya menyaksikan perubahan, tetapi menjadi pelaku yang menghadirkan perubahan itu sendiri untuk membangun peradaban dunia yang adil dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, menjelaskan bahwa tema ICAS 2026, Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth: Progressive Muslim Women’s Leadership for a Sustainable Civilization, menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan berkemajuan dalam menjawab berbagai tantangan global.
Menurut Warsiti, kepemimpinan yang berlandaskan nilai keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial menjadi kebutuhan penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan masa depan yang lebih setara.
“Tema konferensi tahun ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Ia berharap ICAS 2026 tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat kemitraan strategis, dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Warsiti juga menegaskan komitmen UNISA dalam mendukung kemajuan perempuan dan kemanusiaan. Menurutnya, UNISA lahir dari gerakan perempuan yang dibangun oleh ‘Aisyiyah dan akan terus berkontribusi dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta lahir dari gerakan perempuan, tumbuh bersama gerakan perempuan, dan akan terus berkontribusi bagi kemajuan perempuan serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui ICAS 2026, ‘Aisyiyah dan UNISA berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara berbagai pihak untuk menghadirkan solusi atas persoalan global sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan peradaban yang berkeadilan, damai, dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow