Aisyi Tower Klaten Diresmikan, Tandai Langkah Baru Kemandirian Ekonomi 'Aisyiyah
KLATEN — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Klaten resmi meluncurkan Aisyi Tower Klaten, hotel pertama yang dimiliki dan dikelola oleh ‘Aisyiyah. Soft launching hotel tersebut digelar pada Ahad (16/6) dan menjadi tonggak baru pengembangan amal usaha ekonomi di lingkungan organisasi perempuan Muhammadiyah itu.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengapresiasi langkah PDA Klaten yang dinilai berani menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan ekonomi organisasi.
“Ini adalah amal usaha pertama ‘Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya merasa bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan yang luar biasa dalam amal usaha bidang ekonomi,” ujar Salmah.
Menurutnya, seluruh amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah didirikan untuk mendukung tercapainya tujuan Persyarikatan. Karena itu, setiap amal usaha harus dikelola secara profesional dan mampu menghasilkan keuntungan yang kemudian dikembalikan untuk mendukung program-program organisasi.
“Amal usaha harus profit, tidak boleh rugi. Tetapi seluruh keuntungan itu harus dikembalikan dan diinvestasikan untuk mewujudkan tujuan organisasi,” katanya.
Salmah menilai peluncuran Aisyi Tower yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk meneguhkan semangat pembaruan dan kemajuan. Ia berharap kehadiran hotel tersebut dapat menginspirasi lahirnya amal usaha ekonomi serupa di berbagai daerah.
Selain itu, ia berpesan agar pengelola tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang berkualitas, ramah lingkungan, dan mencerminkan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Hotel yang bersih, nyaman, dan dikelola dengan baik adalah bagian dari dakwah. Gedung yang bagus juga bisa menjadi dakwah, apalagi jika didukung pelayanan karyawan yang sopan, santun, amanah, dan mampu menjaga kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, menjelaskan bahwa Aisyi Tower merupakan hasil ikhtiar panjang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, hotel tersebut tidak hanya menyediakan layanan akomodasi dan pertemuan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan potensi lokal.
“Kami berharap Aisyi Tower mampu memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Di bidang keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel juga melibatkan pelaku usaha lokal,” kata Sri.
Sementara itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media selaku mitra pengembang dan pengelola, Deni Asy’ari, menyebut Aisyi Tower sebagai simbol kemandirian ekonomi perempuan Muhammadiyah yang lahir dari semangat gotong royong dan konsolidasi internal organisasi.
Menurutnya, pembangunan hotel tersebut dilakukan sepenuhnya dengan dukungan pembiayaan internal tanpa mengandalkan pinjaman perbankan.
“Aisyi Tower murni didirikan dengan finansial internal ‘Aisyiyah. Kita ingin menunjukkan bahwa selama ikhtiar dan konsolidasi internal itu ada, kita mampu menghadirkan amal usaha besar tanpa bergantung pada hutang perbankan,” ujarnya.
Deni menambahkan, Aisyi Tower juga mengusung konsep hotel literasi dengan menyediakan berbagai bahan bacaan dan ruang edukatif bagi para tamu. Konsep tersebut diharapkan menjadi ciri khas sekaligus memperkuat fungsi hotel sebagai bagian dari gerakan dakwah dan pencerahan.
Melalui kehadiran Aisyi Tower, para pimpinan ‘Aisyiyah berharap hotel ini tidak hanya berkembang sebagai unit bisnis, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, penguatan dakwah, dan pelayanan bagi masyarakat luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow