‘Aisyiyah Prihatin Kasus Kekerasan Anak di Daycare, Desak Pemulihan Korban dan Penegakkan Hukum Diperkuat

‘Aisyiyah Prihatin Kasus Kekerasan Anak di Daycare, Desak Pemulihan Korban dan Penegakkan Hukum Diperkuat

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta. Organisasi perempuan Muhammadiyah itu menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan penting agar lembaga pengasuhan anak benar-benar menjamin keamanan dan perlindungan bagi setiap anak.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan daycare seharusnya menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan.

“Daycare seharusnya menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak serta mengedepankan prinsip perlindungan anak. Bukan sebaliknya menjadi tempat yang membahayakan dan rentan pada praktik kekerasan,” ujar Salmah, Senin (27/4).

Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan agar tidak ada impunitas.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan guna memastikan tidak ada impunitas dalam kasus ini,” katanya.

Selain proses hukum, ‘Aisyiyah menilai pemulihan trauma bagi korban harus menjadi prioritas. Layanan pemulihan dibutuhkan tidak hanya bagi anak, tetapi juga orang tua yang terdampak secara psikologis.

Organisasi ini juga mendorong penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi anak. Menurut ‘Aisyiyah, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga layanan, dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengingatkan agar perhatian publik terhadap kasus ini disertai empati, termasuk dalam pemberitaan media.

“Besarnya perhatian publik harus diiringi dengan empati dan tidak menyalahkan orang tua, khususnya ibu. Dalam kasus ini, orang tua juga merupakan korban dan perlu mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Tri menambahkan daycare tetap menjadi kebutuhan penting bagi banyak keluarga, terutama bagi orang tua yang memiliki keterbatasan dukungan pengasuhan. Karena itu, negara dinilai perlu memastikan kualitas dan keamanan layanan pengasuhan anak melalui pendampingan, standardisasi, dan pengawasan yang ketat.

Ia menegaskan setiap institusi yang berhubungan dengan anak harus memiliki protokol perlindungan anak yang jelas, menyeluruh, dan dijalankan secara konsisten berbasis hak anak.

“‘Aisyiyah melalui layanan PAUD, baik TK, KB, maupun Taman Asuh Anak, berkomitmen menyediakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak anak,” jelas Tri.

‘Aisyiyah berharap kasus ini menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak yang tidak hanya bersifat reaktif setelah kejadian, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Organisasi itu menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan terhadap anak dalam bentuk apa pun, di mana pun, dan oleh siapa pun.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow